Kompleks Makam Sunan Bonang

Sunan Bonang merupakan salah satu tokoh penyebar Islam yang terkenal di Jawa pada akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Ia wafat pada usia 60 tahun dan dimakamkan di rumah kediaman beliau yang terletak di Dusun Bonang, Kecamatan Lasem (sekitar 17 Km dari kota Rembang ke timur jursan Surabaya). Situs ini berupa pelataran yang dikelilingi oleh tembok bata. Menurut tradisi lisan, setelah Sunan Bonang wafat dimakamkan di tempat itu juga. Oleh karena murid-murid Sunan Bonang cukup banyak dan terdiri dari bebagai suku bangsa dan mereka semua mencintai gurunya, maka setelah meninggal mayat Sunan Bonang menjadi ‘rebutan’. Masing-masing menginginkan agar jenasah Sunan Bonang dimakamkan di daerah mereka. Menurut salah satu versi cerita mengatakan bahwa setelah Sunan Bonang wafat jenasahnya dibawa oleh orang-orang Madura untuk dimakamkan di daerah mereka, namun sesampainya di Tuban jenasah itu direbut oleh orang-orang Tuban dan dimakamkan di sana. Namun demikian orang-orang Madura masih yakin mereka membawa pulang jenasah Sunan Bonang. Sementara itu orang Bonang sendiri meyakini bahwa jenasah Sunan Bonang dimakamkan di kompleks kediaman beliau. Adapun yang dibawa oleh orang-orang Madura sebetulnya hanya benda-benda tertentu milik Sunan yang dianggap sebagai simbul keberadaan Sunan Bonang.

makam7

Di dalam situs Bonang, bagian tempat Sunan Bonang dimakamkan merupakan bagian kediaman yang dirahasiakan, yaitu yang sekarang ditumbuhi pohoh telasih. Tembok yang mengelilingi kompleks kediaman Sunan Bonang ini dibuat dari bata merah yang saat ini dalam kondisi berlepa. Ada kemungkinan tembok ini terbuat dari bata merah yang tidak berlepa. Lepa yang ada pada tembok ini kemungkinan hasil pemugaran pada masa-masa sesudahnya.  Di dalam lingkungan tembok tersebut terdapat pembagian halaman. Halaman pertama berbentuk empat persegi panjang dengan pintu masuk di sebelah sisi utara. Tembok yang mengelili bagian ini setinggi kurang lebih 180 cm dengan tebal rata-rata sekitar 40 cm. Di halaman ini terdapat  dua bangsal terbuka  berbahan kayu dan beratap genteng. Kedua bangunan tersebut terletak di sebelah kiri dan kanan jalan masuk  menuju ke halaman  berikutnya di sebelah selatan.

makam8

Halaman ke dua terletak di sebalah selatan halaman pertama. Berbeda dengan halaman pertama, halaman ke dua ini berbentuk segi empat. Di sudut barat daya dapat dijumpai adanya 13 makam berbatu andesit yang sudah mulai rusak sehingga sulit diidentifikasi bentuk aslinya. Menurut keterangan informan bahwa ketigabelas  makam tersebut adalah makam murid-murid Sunan Bonang.

Halaman ke tiga terletak di sebelah tenggara halaman ke dua. Untuk memasuki halaman ke tiga terdapat sebuah pintu yang terletak di sisi timur tembok keliling halaman ke dua. Di sisi timur halaman ke tiga dapat dijumpai adanya sebuah bangunan yang beratap genteng yang difungsikan untuk tempat menunggu para peziarah. Di sisi utara halam ini terdapat pintu masuk ke arah halaman ke empat. Di dalam halaman inilah terdapat situs yang dipercaya sebagai makam Sunan Bonang yang dirahasiakan dan sekarang persisnya makam itu ditumbuhi pohon telasih. Jadi berbeda dengan makam-makam kuno yang lain, makam Sunan Bonang tidak menunjukkan ciri-ciri sebagai sebuah makam misalnya adanya jirat, kijing, cungkup, lebih tinggi dari tanah di sekitarnya, dan sebagainya. Halaman ke empat ini berdenah segi empat dan dikelilingi tembok bata dengan ketinggian sekitar 180 cm dan tebal sekitar 50 cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *