SITUS MAJAPAHIT LASEM

Sejarah Kerajaan Majapahit pada era 1351 Masehi mewariskan empat peninggalan berupa batu tapak kaki Raja Majapahit yang dikenal dengan watu tapak, goa tinatah, kursi kajar, dan lingga kajar. Peninggalan tersebut tersebar di sejumlah tempat di kawasan Gunung Kajar, Pegunungan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Namun, menurut masyarakat sejarawan Indonesia (MSI) kabupaten setempat, tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Lasem ada peninggalan Majapahit. Pemerintah kabupaten itu pun selama ini terkesan kurang peduli dengan aset sejarah dan wisata itu sehingga benda-benda di situs tersebut tidak terawat. Hal ini terbukti dari goresan huruf palawa di lingga kajar itu sulit dibaca lagi. Begitu pula peninggalan-peninggalan Majapahit lain, misalnya kajar kursi, juga tidak terperhatikan. Batu itu tidak lagi menyerupai kursi karena telah hancur sebagian.

Situs Majapahit Lasem terletak kawasan Gunung Kajar, Desa Kajar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Dari kota tua Lasem atau jalan pantai utara Lasem, kawasan yang terkenal dengan sumber air yang melimpah itu berjarak sekitar tujuh kilometer ke arah selatan. Situs Majapahit di kawasan Gunung Kajar, Pegunungan Lasem layak menjadi ajang studi karena kisah di balik sejumlah peninggalan itu tidak terlepas dari sejarah Kadipaten Lasem pada masa Kerajaan Majapahit yang terkenal kala itu.

Kadipaten Lasem muncul setelah Tribuwana Wijayatunggadewi membentuk Dewan Pertimbangan Agung atau Bathara Sapta Prabu pada 1351. Salah satu anggota Dewan Pertimbangan Agung itu adalah Dyah Duhitendu Dewi, adik kandung Hayam Wuruk. Setelah menikah dengan anggota Dewan Pertimbangan Agung yang lain, Rajasawardana, Dewi Indu tinggal dan menjadi penguasa di Lasem dengan gelar Putri Indu Dewi Purnamawulan, yang kemudian dikenal sebagai Bhre Lasem.

majapahit

Sedikitnya ada empat peninggalan dari Kerajaan Majapahit yaitu berupa batu tapak kaki Raja Majapahit yang dikenal dengan watu tapak, goa tinatah, kursi kajar, dan lingga kajar yang mana peninggalan jaman bahulak [Indonesia : kuno] dulu tersebar di sejumlah tempat di kawasan Gunung Kajar, Pegunungan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sekitar tahun 1351 Masehi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *