Dampak

DAMPAK  HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN REMBANG

A. Dampak Terhadap Lingkungan

1.  Mencegah kerusakan lingkungan

  1. Dengan pendekatan biologi merupakan upaya vegetatif (penanamaan pohon Mangrove) untuk memperkuat bibir pantai dan mencegah terjadinya erosi.
  2.  Dengan pendekatan sosial merupakan upaya meningkatkan dan menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat dalam upaya mencegah kerusakan ekosistem wilayah pantai.
  3. Tersedianya bibit tanaman Mangrove dari hasil penangkaran sendiri.
  4. Terbitnya PERDA Kabupaten Rembang Nomor : 8 Tahun 2007 Tentang  Pengolaan wilayah pesisir , laut dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Rembang ; Pasal 19 ayat 1,2 terkait larangan penebangan Mangrove.

2.  Menanggulangi kerusakan lingkungan

  1. Tersedianya lahan baik milik pemerintah atau perorangan untuk penanaman pohon Mangrove.
  2. Penanaman pohon Mangrove dapat dilaksanakan secara serentak atau bertahap pada lahan yang rusak.
  3. Tersedianya penangkaran pohon dan tanaman mangrove untuk mendukung kegiatan penghijauan.
  4. Lokasi lahan berfungsi dengan baik, sehingga mendukung program pengembangan hutan mangrove.

3.  Memulihkan keruskan lingkungan

  1.  Petani tambak dapat memenfaatkan kembali lahannya yang rusak akibat erosi.
  2. Mangrove akan menjadi benteng pantai yang dapat menahan  erosi akibat pukulan ombak atau arus pasang surut dan sebagai stabilisator garis pantai.
  3. Terwujudnya Ruang Terbuka Hijau atau Hutan Mangrove di Kabupaten Rembang.
  4. Terciptanya udara sejuk dan sehat.
  5. Karena tanaman Mangrove tumbuh bagus, maka sekarang lingkungan sudah stabil, dan pepohonan tumbuh rindang dan indah.

 

B.  Dampak pada Masyarakat

1.  Dampak Ekonomi.

  1. Membuka lapangan kerja baru dalam bentuk pengelolaan tambak, mencari tiram, kepiting serta ikan lainnya di sekitar hutan Mangrove.
  2. Usaha penangkaran bibit tanaman Mangrove yang dikelola secara kelompok, baik laki-laki maupun wanita kemudian dijual dan hasilnya dikelola bersama.
  3. Sebagai penyedia bibit mangrove yang ada di Kabupaten Rembang.
  4. Memberikan Kontribusi kepada desa dalam hal perbaikan sarana dan prasarana jalan aspal, musholla, tratak dan lain-lain.

2.  Sosial Budaya

  1. Tersedianya lahan sebagai Ruang Terbuka Hijau berupa kawasan hutan Mangrove yang ada di Kabupaten Rembang.
  2. Lingkungan yang hijau, suasana akan menjadi  nyaman dan sejuk bagi  warga yang ada di kawasan tersebut.
  3. Aktivitas warga yang mengelola lahan tambaknya dapat kembali berjalan normal.
  4. Menjadi contoh bagi desa-desa pesisir lainnya yang mempunyai geografis yang sama
  5. Warga mulai mempunyai kesadaran untuk menjaga pelestariannya.
  6. Hasil pembibitan selain dipakai sendiri juga dijual untuk kesejahteraan anggota .
  7. Terciptanya suasana lingkungan yang sejuk sekaligus memberi contoh bagi masyarakat tentang  pentingnya melestarikan lingkungan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *