Jenis

Kristal garam yang terbentuk masih kasar atau disebut dengan garam krosok. Pengolahan lanjut dari garam ini adalah: Garam Briket, Garam Halus dan Garam Curai. Untuk pembuatan Garam halus menggunakan bahan dasar import dari Australia. Bahan dasar garam lokal yang berasal dari tambak garam digunakan untuk pembuatan garam briket. Dalam proses pembuatan garam briket dilakukan pencucian secara konvensional.  Yodisasi garam konsumsi menggunakan sistem spryer/semprotan tabung yang digunakan untuk pertanian. WHO, Unicef, dan ICCIDD menganjurkan kebutuhan iodium sehari-hari sebagai berikut:

  • 90 mg untuk anak prasekolah (0 – 59 bulan)
  • 120 mg untuk anak sekolah dasar (6 – 12 tahun)
  • 150 mg untuk dewasa (di atas 12 tahun)
  • 200 mg untuk wanita hamil dan wanita menyusui

Sesuai dengan SK Menteri Perindustrian Nomor 29/M/SK/2/1995 tentang pengesahan serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), kadar NaCl untuk garam industri haruslah 98,5 db (Tabel 1). Namun sampai saat ini, semua produksi garam di Indonesia belum memenuhi SNI maupun SII, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya garam industri, Negara Indonesia masih harus mengimpor

Tabel 1. SNI dan SII Garam Industri (Sumber Anonim, 2002.

Parameter

SNI (%)

SII (%)

NaCl (db), max

98.5

98.5

H2O

3

4

Ca (db), max

0.10

0.10

Mg (db), max

0.06

0.06

SO4 (db), max

0.20

0.20

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *