a. Perikanan Laut

Dengan panjang pantai 63,5 km maka Kabupaten Rembang mempunyai potensi laut yang dapat dikembangkan. Sebagaimana diatur dalam UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737), maka Pemerintah Kabupaten Rembang mempunyai wewenang atas wilayah laut sepanjang 4 mil dari garis pantai terluar.

Perairan laut di kabupaten Rembang mempunyai kekayaan sumberdaya jenis ikan dengan hasil tangkapan yang dominan dan bernilai ekonomis tinggi, antara lain ikan Layang, Kembung, Tembang, Tongkol, Bawal, Tenggiri, Teri, dan Kakap. Jenis-jenis ikan tersebut ditangkap dengan menggunakan alat tangkap dan kapal penangkap yang berlainan sesuai dengan karakteristik dari jenis-jenis ikan tersebut. Untuk mendukung pengoptimalisasian potensi perikanan laut tersebut, maka disediakan sarana prasarana perikanan laut, di antaranya Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Di Kabupaten Rembang terdapat 10 TPI, yaitu:

  1. TPI Tunggalsari
  2. TPI Tanjungsari
  3. TPI Tasikagung
  4. TPI Pasarbanggi
  5. TPI Pangkalan
  6. TPI Pandangan
  7. TPI Bakung
  8. TPI Karang Lincak
  9. TPI Karang Anyar
  10. TPI Sarang

Dari 10 unit TPI tersebut, 1 di antaranya merupakan PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai), yaitu PPP Tasikagung. Sedangkan 2 unit, yaitu Karang Anyar dan Sarang masuk dalam kategori PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan). Di samping keberadaan prasarana TPI tersebut di atas, keberadaan kapal penangkap ikan, alat tangkap serta nelayan, bakul ikan, dan pengolah ikan juga mempunyai peran dalam mendukung potensi perikanan laut di kabupaten Rembang.  Adapun sarana dan prasarana seperti yang dimaksud di atas dapat dilihat dalam tabel-tabel berikut ini:

Produksi perikanan laut di Kabupaten Rembang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan, yang kemudian dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dari hasil pelelangan tersebut maka diperoleh nilai produksi ikan atau raman, di mana nilai ini mempunyai pengaruh terhadap tingkat perolehan pendapatan nelayan. Nilai produksi ini juga dipengaruhi oleh jenis ikan yang ditangkap. Semakin tinggi nilai ekonomis ikan tersebut, semakin tinggi pula nilai jualnya. Jenis ikan yang paling banyak terdapat di perairan Rembang berdasarkan hasil penangkapan nelayan adalah ikan layang, yang kemudian disusul dengan ikan tembang/jui, ikan selar dan ikan kembung, yang kesemuanya merupakan ikan dari jenis pelagis kecil. Hasil produksi tangkap ini kemudian digunakan sebagai bahan baku dari pengolahan ikan yang terdapat di Kabupaten Rembang.

Usaha pengolahan ikan di Kabupaten Rembang antara lain terdiri dari usaha pengeringan ikan, pemindangan, kerupuk, terasi, dan masih banyak lagi yang semuanya dapat dikategorikan dalam pengolahan tradisional. Kemudian dalam program kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk olahan tersebut, diantaranya dengan memberikan bantuan peralatan dan juga pelatihan kepada para pengolah ikan. Pemasaran produk olahan ini sebenarnya sudah mencapai luar daerah Kabupaten Rembang, bahkan sudah mencapai luar negeri. Akan tetapi belum ada pengelolaan yang ditangani oleh para pengolah itu sendiri dalam memasarkan produknya. Pada umumnya mereka mengirim produknya yang siap ekspor ke distributor di Surabaya baru kemudian dikirim keluar negeri dengan label dan kemasan lain yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *