Tanah Liat

Lempung atau tanah liat ialah kata umum untuk partikelmineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/atau alumunium yang halus. Unsur-unsurnya, silikon, oksigen, dan alumunium  merupakan unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi.

Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh jenis mineral lempung yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon dan satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastis yang kuat, menyusut saat kering dan membesar saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau “pecah-pecah” bila kering.

Tanah liat merupakan bahan tambang yang terbentuk oleh pelapukan batuan yang lebih tua atau hasil pengendapan air atau angin dengan berbagai variasi mineral pengotornya.  Tahun 2008 jumlah luas lahan tanah liat yang berijin sebesar 0,52 Ha atau 0,01% dari jumlah luas 4.606,48 Ha atau 99,99%.

Kegunaan: Bahan baku industri batu bata, genting, keramik, semen dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *