c. Kawasan Pesisir

Kabupaten Rembang memiliki wilayah pesisir seluas 355,95 km2 atau sekitar 35% dari luas seluruh wilayah Kabupaten Rembang. Wilayah pesisir Kabupaten Rembang dimanfaatkan untuk lahan pertambakan, mangrove/payau, wisata pantai dan juga terumbu karang (Tabel 14). Di samping itu di wilayah perairan Kabupaten Rembang terdapat 19 gugusan terumbu karang sebagaimana dalam tabel berikut ini.

Pengelolaan kawasan pesisir ini menjadi perhatian utama mengingat kawasan ini mengalami tingkat kerusakan yang cukup significant padahal sesungguhnya kawasan ini mempunyai peran besar dalam rangka pelestarian sumberdaya ikan. Misalnya kawasan terumbu karang. Kawasan ini merupakan kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya serta berbiaknya beberapa jenis ikan. Sedangkan kawasan pantai atau mangrove menjadi kawasan untuk benih-benih ikan untuk tumbuh (spawning) sebelum kemudian mereka menuju ke laut.

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa kawasan pesisir mempunyai peran yang cukup penting dalam rangka pelestarian sumberdaya alam. Kawasan pesisir ini dapat juga dikatakan meliputi pulau-pulau kecil dan kawasan terumbu karang, di mana kawasan ini berpotensi untuk pengembangan pada sektor pariwisata, konservasi dan budidaya perikanan. Sebagai contoh terumbu karang Pulau Marongan dan Pulau Gede yang digunakan untuk kegiatan budidaya perikanan dan rumput laut. Terumbu karang sendiri merupakan koloni binatang dengan laju pertumbuhan antara 0,1 cm/tahun untuk karang cabang (soft coral). Keberadaan terumbu karang itu sendiri dapat berfungsi sebagai pemecah gelombang laut, pencegah abrasi dan tempat hidup jenis ikan hias dan rumput laut.

Di samping kawasan terumbu karang, kawasan yang juga menjadi kawasan potensi konservasi adalah kawasan bakau, yang merupakan kawasan penting bagi beberapa jenis ikan untuk berkembang biak. Di samping itu dengan ditanamnya bakau di pantai perairan Rembang akan dapat mengurangi abrasi yang mungkin akan terjadi pada saat laut pasang dan ombak besar. Penanaman bakau ini terkait erat dengan komunitas mangrove. Di Kabupaten Rembang terdapat komunitas mangrove yang cukup luas, yang tersebar di tiga wilayah kecamatan pantai, yaitu Kecamatan Kaliori, Kecamatan Rembang dan Kecamatan Lasem. Di Kecamatan Kaliori, komunitas mangrove ini dapat ditemui di desa Tunggulsari dan desa Tambakagung dengan areal komunitas seluas 4,2 Ha dengan panjang hamparan hamparan sekitar 2 km dan tebal 2 m. Di Kecamatan Rembang, komunitas mangrove dapat dijumpai di Desa Kabongan Lor, Tireman dan Pasar Banggi dengan luas sekitar 15 Ha, dengan panjang hamparan 3 km dan rata-rata ketebalan 50 m. Sedangkan di Kecamatan Lasem, komunitas mangrove ini dapat ditemui di Desa Gedongmulyo, Dasun, Tasiksono dan Bonang dengan luas komunitas sekitar 5,6 Ha dengan panjang hamparan sekitar 2,8 km dan ketebalan 20 m.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *