Peluang Investasi

Sektor kelautan dan perikanan mempunyai komoditas unggulan yang bisa diandalkan sebagai peluang investasi di Kabupaten Rembang. Komoditas tersebut di antaranya rumput laut, artemia serta ikan-ikan pelagis kecil. Sebagaimana diketahui bahwa produksi penangkapan ikan di laut sebagian besar merupakan ikan-ikan dari jenis pelagis kecil, mengingat perairan di Kabupaten Rembang merupakan perairan laut dangkal. Sedangkan usaha/kegiatan budidaya rumput laut merupakan kegiatan yang dilaksanakan di daerah pantai dan telah dirintis mulai tahun 2003.

a. Perikanan Laut

Disamping yang telah disebutkan di atas, ada beberapa bidang kegiatan yang dapat menjadi peluang investasi di sektor perikanan ini baik dari segi penangkapan laut, pengolahan maupun budidaya. Melalui diversifikasi alat tangkap, maka perolehan hasil penangkapan perikanan laut akan dapat ditingkatkan dan hal ini akan berpengaruh juga terhadap nilai produksi. Diversifikasi alat tangkap di sini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan, akan tetapi juga bertujuan untuk menangkap jenis-jenis ikan ekonomis penting yang berharga jual tinggi. Dengan demikian nilai produksi dari ikan hasil tangkapan tersebut akan meningkat pula yang secara langsung akan berpengaruh pula terhadap tingkat pendapatan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa di bidang penangkapan perikanan laut terdapat peluang untuk investasi melalui diversifikasi alat tangkap ikan.

Selain melalui diversifikasi alat tangkap ikan, peluang investasi juga dapat dilaksanakan melalui modernisasi kapal tangkap ikan di mana hal ini terkait dengan mesin kapal yang dipergunakan. Dengan semakin modernnya mesin kapal yang digunakan maka ekstensifikasi penangkapan ikan akan dapat dicapai. Hal ini dapat diartikan dengan semakin jauhnya daya jelajah kapal penangkap ikan sehingga mampu mencapai fishing ground yang cukup jauh dan mampu beroperasi dengan baik di perairan laut dalam. Hal ini tentunya juga harus didukung dengan peralatan echo-sounder atau yang sejenisnya dengan penguasaan pengetahuan tentang GIS (Geographic Information System) yang dapat menginformasikan dengan tepat lokasi fishing ground untuk jenis ikan yang akan ditangkap.

Di samping kegiatan tersebut di atas, ada pula prasarana perikanan laut yang bisa menjadi investasi yang ditawarkan, yaitu pengembangan sentra perikanan dan kelautan. Hal ini sesuai dengan program dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai penetapan kawasan minapolitan. Investasi yang ditawarkan untuk kegiatan pengembangan sentra perikanan dan kelautan ini adalah sebesar Rp. 98.092.883.000,- Dengan biaya pengelolaan per tahunnya sekitar Rp. 5.000.000.000,- akan diperoleh pendapatan kurang lebih sebesar Rp. 42.215.000.000,- per tahunnya. Dari investasi ini Pemerintah Kabupaten Rembang mendapatkan kontribusi sebesar Rp. 3.000.000.000,- per tahun. Di dalam kegiatan pengembangan sentra perikanan dan kelautan dilakukan  pengembangan/ pembangunan sarana prasarana penangkapan ikan, pengelolaan TPI dan pelayanan jasa lainnya.

b. Budidaya

Di samping bidang penangkapan, peluang investasi perikanan dapat juga dilakukan di bidang pengembangan budidaya, baik itu budidaya laut, payau (tambak) maupun kolam. Kegiatan budidaya laut yang dapat  dikembangkan dan dijadikan peluang investasi di Kabupaten Rembang berupa budidaya rumput laut dan juga budidaya ikan dalam karamba, di mana biasanya jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan kerapu. Ikan kerapu merupakan jenis ikan dengan nilai ekonomis yang tinggi dan banyak digemari. Oleh karena itu pengembangan budidaya ikan kerapu ini dapat memberikan nilai tambah sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Rembang.

Selain itu terdapat pula kegiatan budidaya air payau (tambak) yang dapat menjadi peluang investasi, antara lain budidaya udang, bandeng dan jenis ikan lainnya. Udang yang paling sering dibudidayakan di sini adalah Udang Vanammei. Udang jenis ini memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi dibandingkan Udang Windu. Melalui dana dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Rembang akan dipersiapkan anggaran sebesar Rp. 2.500.000.000,- untuk pengembangan budidaya Udang Vanammei ini.

Sedangkan untuk kegiatan budidaya kolam dilakukan kegiatan budidaya lele dan ikan nila, di mana untuk penyediaan bibitnya dapat dipenuhi melalui BBI Pamotan, yang merupakan unit pelaksana teknis dinas yang menangani pembudidayaan serta pembenihan ikan. Di samping dukungan dari BBI Pamotan, terdapat pula Unit-Unit Pembenihan Rakyat yang menyediakan benih-benih ikan yang diperlukan. Dewasa ini yang sedang digalakkan adalah budidaya lele terpal. Ikan lele merupakan jenis ikan yang mudah dibudidayakan dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Budidaya lele terpal dilakukan untuk mengatasi masalah bagi mereka yang mempunyai keinginan untuk berbudidaya namun hanya memiliki lahan terbatas.

Pengembangan kegiatan budidaya ini merupakan implementasi dari visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Negara produsen ikan terbesar di dunia tahun 2015. Dalam rangka mengembangkan perikanan budidaya di Kabupaten Rembang, saat ini sedang dilakukan pemetaan kawasan budidaya di Kabupaten Rembang. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui komoditas dan potensi budidaya yang bisa dikembangkan di Kabupaten Rembang.

c. Pengolahan

Di bidang pengolahan hasil perikanan terdapat peluang untuk berinvestasi melalui diversifikasi produk olahan. Dengan melalui diversifikasi produk olahan ini akan meningkatkan ragam produk olahan sehingga akan dapat menarik para pembeli. Dalam program kerja atau rencana kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang kegiatan untuk meningkatkan produk olahan ini dilakukan melalui diversifikasi prouk olahan yang didukung dengan bantuan sarana pengolah ikan yang ramah lingkungan. Dengan demikian maka pemasaran dari produk olahan perikanan, di mana bahan baku utamanya merupakan hasil penangkapan perikanan laut akan semakin luas dan bisa mencapai luar daerah bahkan mungkin luar negeri. Sebagaimana telah diuraikan terdahulu bahwa produk olahan di Kabupaten Rembang telah mencapai luar negeri akan tetapi pengelolaan masih menggantungkan pada pengusaha atau distributor/agen di luar Kabupaten Rembang seperti di Surabaya. Oleh karena itu diversifikasi produk olahan ikan dapat menjadi peluang investasi yang menguntungkan.

Seiring dengan penetapan Kabupaten Rembang sebagai kawasan minapolitan, Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya untuk mengembangkan potensi pengolahan ikan melalui kluster/sentra pengolahan ikan. Dengan adanya kluster/sentra pengolahan ikan ini maka akan diketahui produk-produk unggulan yang dihasilkan dan sentra pembuatannya.

d. Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Bidang pesisir dan pulau-pulau kecil mempunyai potensi yang cukup besar untuk diinvestasikan. Adapun potensi yang dimiliki kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Rembang ini antara lain kawasan hutan bakau dan terumbu karang. Potensi yang bisa dikembangkan di kawasan ini adalah wisata bahari, di mana pengelolaan terumbu karang dan hutan bakau yang baik dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung.

Kegiatan di bidang pesisir dan pulau-pulau kecil yang sedang dikembangkan dewasa ini adalah pengembangan usaha garam rakyat. Melalui program Pugar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir diharapkan tujuan menjadikan Rembang sebagai daerah swasembada garam dapat tercapai, dengan meningkatkan produksinya hingga 300% dari produksi yang sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *