Mangrove

Mangrove

10 Juni 2009

Akarmu tajam, menghujan bumi

Jadikan gunung-gunung, agar kokoh berdiri

Jadikan penyangga-penyangga ini

agar tegar, tak goyah. Luapan amarahpun mereda sendiri

 

O, Mangrove

Kalau mereka tak lihat, pasti tlah kuambil akarmu, hendak kubuat jadi tiang-tiang rumahku, dan kuukir agar menarik pelancong, yang  membelimu dengan dolar-dolar, juga kurapikan agar dapat jadikan pelepas kepenatan seharian.

Kesemuan tlah lewati persendian, bersatu dalam merahnya darah, mengalir diseluruh sel-sel, jadikan yel-yel kebanggaan. Slogan-slogan kekinian tlah jadi raja. Merambah kesegenap penjuru, menggkoordinir bagai koor kebangsaan.

Bila semua tlah tertumpah,

Bila semua tlah mengganas

Baru manusia tersadarkan.

 

O, Mangrove

Trasa sulit tangan ini menjamahmu.Memelukmu,

Jumlahmu dapat kuhitung.

Mahluk-mahluk kecil yang biasa bertandang diselangkang-selangkangmu, semakin rindu mencarimu, meraba-raba hanya dapatkan puing-puing beton, yang tak miliki iba. Terkapar. Terpanggang. Hanyut tak berimba.

Semua sedang mencari-cari, namun tak tahu apa yang hendap dicari.

Tuhan, bukakan pintu magfirohMU

Akan kubuka lembaran-lembaran tersisa.

Semua tlah binasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *